Friday, November 20, 2015

ANALISA WEB E-COMMERCE (jualo.com)

Jualo merupakan situs jual beli yang didirikan oleh Chaim Fetter, seorang Belanda yang telah menetap di Indonesia selama lebih dari 10 tahun.



Pada dasarnya, jualo.com memiliki cara pemasaran yang sama dengan situs e-commerce ternama lainnya, yaitu menjadi perantara untuk menghubungkan langsung antara penjual dan pembeli. Hanya saja, Jualo menggunakan pendekatan yang berbeda. Chaim Fetter mengatakan bahwa situs e-commerce pada umumnya mengutamakan penjual, atau dengan kata lain situs-situs ini menyediakan berbagai fitur pendukung yang sangat mendukung penjual dalam memasarkan produknya. Jualo sendiri memiliki cara pendekatan dari sisi yang berlawanan. Pembeli menjadi target utamanya karena dari pembeli, penjual bisa mendapatkan uang dari barang yang dipasarkan.
Sejak diluncurkan Januari tahun ini, Jualo telah memiliki lebih dari 100.000 pengguna, dengan pengguna aktif yang mencapai 70.000. Para pengguna ini juga bisa mempromosikan lapak mereka melalui media sosial, terutama Facebook. Chaim mengatakan bahwa di Indonesia terdapat 70 juta pengguna Facebook, dan ini bisa menjadi platform yang tepat dalam mempromosikan berbagai macam produk atau yang dicari pada Jualo.
Pendirian situs e-commerce Jualo.com tidak sepenuhnya untuk kepentingan bisnis atau memenuhi kebutuhan hidup sang kreator. Chaim mengatakan bahwa 5% keuntungan dari jualo.com akan digunakan untuk membiayai Yayasan Peduli Anak.



Kelebihan jualo.com :
1.  Perusahaannya telah menyediakan berbagai fitur yang memberikan kemudahan lebih bagi para penggunanya daripada situs sejenis lainnya
2.    Fitur pendeteksi lokasi dan pengaduan cepat tanggap
3.    Proses transaksi lebih mudah
4.    Jika ada laporan pengguna yang nakal akan ada sanksi, seperti delete akun, blokir alamat email, dan nomor teleponnya.
5.    Fitur geo search yang disediakan Jualo adalah salah satu fitur yang cukup eksklusif

Kekurangan jualo.com :
1.    Belum ada sistem pembayaran dengan cara transfer masih menggunakan sistem cash on delivery ( COD )


Sumber :

No comments:

Post a Comment