Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts

Wednesday, January 15, 2014

PARAGRAF (ALINEA)



Paragraf atau aliena merupakan suatu karangan singkat yang berisi sebuah pikiran dan didukung oleh kumpulan kalimat yang saling berhubungan untuk membentuk suatu gagasan. Setiap aliena atau paragraf memiliki gagasan utama.

Paragraf mempunyai beberapa pengertian lain, yaitu :
1. Paragraf adalah karangan mini. Artinya semua unsur karangan yang panjang ada dalam paragraf.
2. Paragraf adalah satuan bahasa yang terdiri beberapa kalimat yang tersusun secara runtut, logis, dalam satu kesatuan ide yang tersusun lengkap, utuh dan padu.
3. Paragraf adalah bagian dari suatu karangan yang terdiri dari sejumlah kalimat yang mengungkapkan satuan informasi dengan pikiran utama sebagai pengendaliannya dan pikiran penjelas sebagai pendukungnya.
4. Paragraf yang terdiri atas satu kalimat berarti tidak menunjukkan ketuntasan atau kesempurnaan. Sekalipun tidak sempurna, paragraf yang terdiri satu kalimat dapat digunakan. Paragraf satu kalimat ini dapat dipakai sebagai peralihan antarparagraf, sekaligus memperbesar efek dinamika bahasa. Akan tetapi, sebagai kesatuan gagasan menjadi suatu bentuk ide yang utuh dan lengkap, paragraf hendaklah dibangun dengan sekelompok kalimat yang saling berkaitan dan mengembangkan satu gagasan.

Syarat Pembentukan Paragraf
Paragraf yang efektif harus memenuhi dua syarat, yaitu adanya kesatuan dan kepaduan.
1. Kesatuan paragraf
Sebuah paragraf dikatakan mempunyai kesatuan jika seluruh kalimat dalam paragraf hanya membicarakan satu ide pokok, satu topik / masalah. Jika dalam sebuah paragraf terdapat kalimat yang menyimpang dari masalah yang sedang di bicarakan, berarti dalam paragraf itu terdapat lebih dari satu ide atau masalah.

Wednesday, November 13, 2013

KALIMAT MAJEMUK


Kalimat majemuk adalah kalimat yang mempunyai dua pola kalimat atau lebih. Kalimat majemuk ini terdiri dari induk kalimat dan anak kalimat. Cara membedakan anak kalimat dan induk kalimat yaitu dengan melihat letak konjungsi. Induk kalimat tidak memuat konjungsi didalamnya, konjungsi hanya terdapat pada anak kalimat. Setiap kalimat majemuk mempunyai kata penghubung yang berbeda, sehingga jenis kalimat tersebut dapat diketahui dengan cara melihat kata penghubung yang digunakannya.

A. Kalimat Majemuk Setara
Kalimat majemuk setara yaitu penggabungan dua kalimat atau lebih kalimat tunggal yang kedudukannya sejajar atau sederajat. Contoh :
1.      Ayah membaca koran sedangkan ibu memasak nasi.
2.      Andi anak yang rajin, tetapi Tono anak yang pemalas.
3.      Rina menanam bunga mawar, bahkan menyiramnya setiap hari.
4.      Galih tetap tinggal di desa atau pergi kuliah di kota.
5.      Ratna membeli baju kemudian membayar di kasir.

B. Kalimat Majemuk Bertingkat
Kalimat majemuk bertingkat yaitu penggabungan dua kalimat atau lebih kalimat tunggal yang kedudukannya berbeda. Di dalam kalimat majemuk bertingkat terdapat unsur

Wednesday, October 23, 2013

Bahasa Lebih Tajam Dari Sebilah Pedang


Mungkin sebagian dari kalian akan bertanya, “Kenapa bahasa lebih tajam dari sebilah pedang? Apa maksudnya?”

Sebelum saya menjelaskannya, penulis akan sedikit memaparkan kutipan mengenai bahasa itu sendiri :
Bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat yang diucapkan melalui alat ucap (Gorrys K.). Meskipun terdapat media lain untuk berkomunikasi seperti, lukisan-lukisan, asap api, bunyi gendang atau tong-tong dan sebagainya, bahasa memberikan kemungkinan yang jauh lebih luas dan kompleks dari pada yang dapat diperoleh dengan mempergunakan media tadi. Karena bahasa merupakan bunyi yang berasal dari alat ucap manusia. Bukannya sembarang bunyi, tetapi haruslah merupakan simbol atau perlambangan.

Dengan bahasa ini kita berucap kepada seseorang. Ada orang yang menggunakan bahasa secara baik dan benar, sopan santun, namun ada pula orang yang menggunakan bahasa yang kurang baik bahkan mengucapkan kata-kata kotor. Jika kita asal dan tidak berhati-hati dalam berucap, maka kata-kata yang kita ucapkan akan menjadi senjata yang mematikan untuk orang lain. Luka yang disebabkan oleh pedang masih dapat disembuhkan, namun luka yang yang disebabkan oleh perkataan kita akan selalu membekas dalam hati seseorang. Hal inilah yang penulis simpulkan dari peribahasa “Bahasa Lebih Tajam Dari Sebilah Pedang”.

Sunday, October 6, 2013

PENGERTIAN, ASPEK DAN FUNGSI BAHASA



Derasnya arus globalisasi di dalam kehidupan kita akan berdampak pula pada perkembangan dan pertumbuhan bahasa sebagai sarana pendukung pertumbuhan dan teknologi. Didalam era globalisasi itu, bangsa Indonesia mau tidak mau harus ikut andil di dalam persaingan bebas, baik dalam bidang pendidikan, politik, ekonomi, maupun komunikasi. Konsep-konsep dan istilah baru di dalam pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) secara tidak langsung memperkaya khasanah bahasa Indonesia.
Apalagi di zaman globalisasi ini banyak sekali masyarakat Indonesia khususnya para generasi muda, sekarang sudah tidak mengunakan bahasa Indonesia yang asli, tidak bisa di kontrol bahkan tidak ada kontrol sama sekali. Yang dimaksud disini adalah seperti mencampur adukan bahasa Indonesia dangan bahasa Inggris agar terlihat keren, mengunakan bahasa gaul yang kadang terdengar tidak sopan, dsb. Padahal bahasa Indonesia itu adalah identitas diri kita sebagai bangsa Indonesia.
Dengan demikian, perlunya kita tahu tentang pengertian, aspek-aspek, serta fungsi bahasa Indonesia yang sebenarnya, agar kita tidak hanya bisa menggunakan tapi juga bisa mengetahui hakikat bahasa Indonesia.