Showing posts with label Ilmu Budaya Dasar. Show all posts
Showing posts with label Ilmu Budaya Dasar. Show all posts

Friday, May 31, 2013

PANDANGAN HIDUP UNTUK MENCAPAI HARAPAN MERAIH MASA DEPAN BERDASARKAN TANGGUNG JAWAB


PANDANGAN HIDUP UNTUK MENCAPAI HARAPAN MERAIH MASA DEPAN BERDASARKAN TANGGUNG JAWAB

Pandangan hidup bagi setiap orang, setiap individu, dalam harapan meraih masa depan yang baik dan sukses adalah impian setiap manusia dimuka bumi ini, dan saya yakin semua orang pasti berfikir seperti itu karena saya pun sama, ingin meraih masa depan yang sukses sesuai harapan dan tunggung jawab yang dijalankan. Setiap orang memiliki caranya tersendiri dalam meraih masa depannya masing – masing, banyak cara yang dilakukannya.
Pandangan hidup kedepan dalam proses mencapai masa depan merupakan hal yang wajib dimiliki oleh setiap individu, karena sebagai motivasi hidup supaya bisa meraih masa depan yang sukses. Kalau dalam diri pribadi,dalam proses meraih harapan dimasa depan yang sukses sesuai tanggung jawab  adalah merupakan proses dimana kita sebagai manusia jika ingin merih kesuksesan dalam kehidupan, harus melewati proses tanggung jawab ini, dalah konteks tanggung jawab ini, ada beberapa proses yang harus kita jalankan sebagai manusia yang memiliki tanggung jawab, diantaranya

KEGELISAHAN


KEGELISAHAN

Kegelisahan dalam kehiduan sehari – hari bisa diartikan sebagai salah satu kecemasan, kekhawatiran, ketidaksabaran dan ketidaktenangan pada diri fikiran dan hati kita, kegelisahan muncul ketika seseorang mengalami hal – hal yang tidak mengenakkan, seperti mengalami kejadian yang menempatkan kita pada posisi yang sulit untuk kita hindari, contohnya, jika kita sedang keluar rumah, apakah kita sudah mengunci pintu rumah atau belum, itu bisa dikatakan sebagai suatu kegelisahan, contoh lainnya seperti jika

Friday, May 3, 2013

SEJARAH DAN KEHIDUPAN ANAK PUNK


Sejarah Komunitas Punk

Sejarah punk berawal dari merupakan sub-budaya yang lahir di London, Inggris. Pada awalnya, kelompok punk selalu dikacaukan oleh golongan skinhead. Namun, sejak tahun 1980-an, saat punk merajalela di Amerika, golongan punk dan skinhead seolah-olah menyatu, karena mempunyai semangat yang sama. Namun, Punk juga dapat berartijenis musik atau genre yang lahir di awal tahun 1970-an. Punk juga bisa berarti ideologi hidup yang mencakup aspeksosial dan politik. Gerakan anak muda yang diawali oleh anak-anak kelas pekerja ini dengan segera merambah Amerika yang mengalami masalah ekonomi dan keuangan yang dipicu oleh kemerosotan moral oleh para tokoh politikyang memicu tingkat pengangguran dan kriminalitas yang tinggi. Punk berusaha menyindir para penguasa dengan caranya sendiri, melalui lagu-lagu dengan musik dan lirik yang sederhana namun kadang-kadang kasar, beat yang cepat dan menghentak. Banyak yang menyalahartikan punk sebagai glue sniffer dan perusuh karena di Inggris pernah terjadi wabah penggunaan lem berbau tajam untuk mengganti bir yang tak terbeli oleh mereka. Banyak pula yang merusak citra punk karena banyak dari mereka yang berkeliaran di jalanan dan melakukan berbagai tindak kriminal. Punk selanjutnya berkembang sebagai buah kekecewaan musisi rock kelas bawah terhadap industri musik yang saat itu didominasi musisi rock mapan, seperti The Beatles, Rolling Stone, dan Elvis Presley. Musisi punk tidak memainkan nada-nada rock teknik tinggi atau lagu cinta yang menyayat hati. Sebaliknya, lagu-lagu punk lebih mirip teriakan protes demonstran terhadap kejamnya dunia. Lirik lagu-lagu punk menceritakan rasa frustrasi, kemarahan, dan kejenuhan berkompromi dengan hukum jalanan, pendidikan rendah, kerja kasar, pengangguran serta represi aparat, pemerintah dan figur penguasa terhadap rakyat. Akibatnya punk dicap sebagai musik rock and roll aliran kiri, sehingga sering tidak mendapat kesempatan untuk tampil di acara televisi. Perusahaan-perusahaan rekaman pun enggan mengorbitkan mereka. Namun lebih tepatnya seorang punk itu mempunyai perilaku yang berbeda. Mereka hanya sebuah aliran, jadi jiwa dan kepribadiannya akan kembali pada individu masing-masing.

Friday, April 5, 2013

Budaya Lokal Yang Dapat Menghambat Dan Yang Mendorong Kemajuan Diri Dan Negara Indonesia



Budaya Lokal yang Menghambat Indonesia untuk Maju dan Budaya yang Mendorong Kemajuan Diri dan Negara

Indonesia adalah negara  yang memiliki semboyan Bhineka Tunggal Ika yang artinya Berbeda-beda tetap satu jua. Indonesia memiliki banyak perbedaan salah satunya adalah budaya. Budaya-budaya di Indonesia sangatlah beragam dimulai dari budaya dari provinsi masing-masing, budaya kebiasaan, dan budaya-budaya yang lainnya. Budaya bisa disebut juga dengan indentitas atau karakter dari suatu daerah atau negara tersebut. Selain itu ada juga budaya yang bisa menghambat negara untuk maju. Berikut ini adalah beberapa budaya di Indonesia yang menghambat majunya negara.
            Dari sekian banyak factor – factor yang menghabat Indonesia untuk maju, ada beberapa factor yang dominan dalam kehidupan masyarakat Indonesia, seperti:


1.    Korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN)

Istilah korupsi di Indonesia sepertinya sudah bukan kata yang asing untuk di dengar, perilaku inilah salah satu yang bisa disebut sudah menjadi kebudayaan di Indonesia yang sangat memperhambat majunya suatu negara.Selain menghambat pertumbuhan ekonomi, korupsi juga menghambat pengembangan sistem pemerintahan demokratis. Korupsi memupuk tradisi perbuatan yang menguntungkan diri sendiri atau kelompok, yang mengesampingkan kepentingan publik. Dengan begitu korupsi menutup rapat-rapat kesempatan rakyat lemah untuk menikmati pembangunan ekonomi, dan kualitas hidup yang lebih baik. Pendekatan yang paling ampuh dalam melawan korupsi di Indonesia. Pertama, mulai dari meningkatkan standar tata pemerintahan – melalui konstruksi integritas nasional. Tata pemerintahan modern mengedepankan sistem tanggung gugat, dalam tatanan seperti ini harus muncul pers yang bebas dengan batas-batas undang-undang yang juga harus mendukung terciptanya tata pemerintah dan masyarakat yang bebas dari korupsi. Demikian pula dengan pengadilan. Pengadilan yang merupakan bagian dari tata pemerintahan, yudikatif, tidak lagi menjadi hamba penguasa. Namun, memiliki ruang kebebasan menegakkan kedaulatan hukum dan peraturan. Dengan demikian akan terbentuk lingkaran kebaikan yang memungkin seluruh pihak untuk melakukan pengawasan, dan pihak lain diawasi. Namun, konsep ini penulis akui sangat mudah dituliskan atau dikatakan daripada dilaksanakan. Setidaknya dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk membangun pilar-pilar bangunan integritas nasional yang melakukan tugas-tugasnya secara efektif, dan berhasil menjadikan tindakan korupsi sebagai perilaku yang beresiko sangat tinggi dengan hasil yang sedikit.